2010



TENTANG WAKTUKU DAN HAL YANG BIASA
Author : Fitriyani

PUTARAN WAKTU

Putaran waktu
Ku mengharap cintamu, kan datang menyambutku
Malam itu,
Genggam tanganmu, Ku kira telah menjawabnya
            Putaran waktu
            Membuktikan Kau dengannya
            Dan Aku dengannya
            Tiada guna mengharap dan berharap
Terjatuhlah aku padanya
Menghindar dari cinta
Yang tak mungkin ku rebut dan ku renggut
Karna kamu hanya untuknya
            Setahun berlalu putaran waktuku tiada dengannya
            Bahagiamu, dengan dirinya
Dua kali putaran waktu berjalan
Beberapakali masih berharap
Namun tanpa harapan
Harapanpun tak berharap Ku padanya

Desember, 2010


WAKTU

Waktu, kini ku mulai lagi hariku
Memijakan kaki perlahan lahan
Meniti hari
Melawatinya bersama senyum dan tawa
            Waktu, kini ku berpulang dari ujianku
            Dengan getir getir rasa yang mendebarkan
            Dia bilang sakit untuk dirasa
            Mencoba ku tak pedui padanya
Berputarlah waktu per detiknya
Terbangunlah do’a diatas tahta cinta yang ketiga
Berharap tumbuh cinta diatas cinta yang agung

Ini tentang AKU, KAMU, DIA, dan DIRINYA juga MEREKA
Membangun sebuah cerita
Di atas dataran persahabatan
Memuaskan dahaga dengan canda dan tawa
Menghilangkan rasa lapar dengan kesetiaan
Bersama dalam pahitnya duka
            Waktuku, hari hari bersama EL-DEVIELA CROSSMONIZZA
            Tersenyum dengan sejuta canda dan duka
            Tersedih waktu berputar cepat
            Terpisah aku dengan keramaianku
Waktuku, aku takan pernah bisa berdiri
Jika seperti ini, jika harus begini, jika ku ..... (             )
Karena ku hanya ..... (             )

Waktuku, entah telah berapa banyak kalimat yang kau dengar
Entah berapa banyak adegan yang kau lihat
Waktuku, sebuah deret tasbih memanjang saling bertaut membentuk kalimat indah
Subhanalloh, wa Alhamdulillah, wa Lailahaillallohu Allahu Akbar.
Tasbihku bergema, syukurku berirama
Ketika datang nyala api, Astagfirulloh, padamu menyirami


CINTA

CINTA ...
Meskipun Ia tak punya hidung dan paru-paru
Tapi Ia butuh BERNAFAS
Meskipun terkadang Ia mengikat
Ia butuh KEBEBASAN
            Aku tak mau jika terlalu erat cintaku kau genggam
            Ia akan MATI
            Dan jika terlalu lama kau biarkan
Aku hanya ingin KESEDERHANAAN cintamu
Bukan KEMEWAHANNYA...
Karna ku tau
Cinta yang ku miliki padamu bersifat ala kadarnya saja
Tak terlalu padamu ...


TENTANG CINTA

Tentang cinta yang tak pernah ada
Tentang cinta yang tak pernah satu
Tentang cinta yang tak pernah terjadi peristiwa
Tentang cinta yang tanpa cerita
Tentang cinta yang tak pernah kembali
Tentang cinta sosok yang telah mati

            Lembaran kertas putih yang terbuang
            Lembarn kerts putih yang tertuang
            Tinta hitam tentang sebuah goresan
            Cerita hati yang mendalam
            Putaran waktu yang terbuang

Berguguran daun dan bunga-bunga yang berterbangan
Musim kemarau dan hujan silih berganti berdatangan
Tak mungkin !!!
Sosokmu yang telah mati
Akan hidup kembali
           
            Terkubur jiwa, mengubur asa
            Terkubur raga, terhenti cerita
            Bangkai tulang yang bergelimpangan
            Inilah kehidupan..

Inspirasi jiwa, inspirasiku
Inspirasi imaginasi, inspirasiku
KAU, inspirasi hidupku


SKENARIO TUHAN

Cerita hidupku
Skenario-MU (Tuhan)
Cerita cintaku, cerita hidupku
Cerita pahitku, goresan takdir-Mu
Sujud dan Tasybihku
Cintaku pada-Mu

            Tinggal lah kau di seberang sana
            Dan aku disini terbungkus rapih
            Dalam kotak rahasia tuhan
            Siapa tau ???
            Aku dan kamu bertemu
            Dalam satu waktu, satu cerita dan peristiwa
            Rahasia tuhan tentang jodohku

Tiga tahun telah berlalu tanpa kehidupanmu
Tertuang air diatas daun talas
Perumpamaan dua EGO, yang bertemu
Takan pernah menjadi satu dan memadu


TUJUH WARNA DAN TUJUH RUPA

Sebuah sosok yang hilang
Jiwa yang pergi
Tentang “ Tujuh Warna Tujuh Rupa.“
Wangi kemenyan, di hari ketujuh

            Tak pernah kau tau, ku rangkai kata
            Seindah rangkaian bunga
            Ku bingkai cerita
            Seindah bingkai kaca replika dunia

Cerita dalam peristiwa
Tersimpan indah dalam kotak duka
Terbngkus rapih dengan pita hitamnya
Tertoreh tinta di atas lembar bercerita
Tentang kamu, tentang aku
Dan masa kecil kita

Orang-orang bergunjing tentangmu dalam satu waktu
Orang-orang memandangmu, memperhatikanmu, memandangi jasadmu
Dalam satu waktu, bergema alunan surat yasin
Dalam satu waktu, dan waktu itu – Tentangmu

Aku berkata pada waktu
Waktuku, betapapun aku rindu
Sujudku pun tak mampu
Mengembalikan jiwanya ke dunia
Putaran waktu
Mengapa dia tak mendengar ku memanggil ???
Mengapa dia tak mendengar ku menjerit ???
Panggilku, jeritku, kau tau ???
Itu semua untukmu


TENTANG 27 %

27 % Kau bagi hatimu untukku
15 % Aku untukmu
27 % Kau kecewakanku
15 % Aku padamu
Terima kasih atas 27 % Mu itu


SEDERHANA

Kau, inilah Aku tercipta secara sederhana
Kau, inginku Kau suka secara sederhana
Kau, inginku Kau sayang secara sederhana
Kau, inginku Kau cinta secara sederhana

            Kesederhanaan, perasaanmu tak tertandingi
            Kesederhanaan cintamu tak mereka miliki
            Karena kesederhanaanmu, Kau ku sukai


LUKA PASIR PUTIH

Waktuku
Terusik pantai hatiku
Karena hadirmu
Menggores luka di pasir putihnya
Waktuku
Ku harap ombak kan menghapusnya
Ku harap hujan kan menghilangkan jejaknya
Putaran waktuku
Terus berputar
Per detiknya, menit, jam hingga menjadi hari-hari
Yang silih berganti datang
Temani aku dalam kesepian
Aku gila karna ini, sakit jiwaku karenamu...


BERUANG KUTUB

Betapapun engkau
Telah membuka tabir-tabir kenyataan hidup
Meski perih luka yang kau siram dengan air garam itu
Aku pasrah & rela untukmu

Bahagia dalam hati
Bersemi bungadi taman hati
Beruang kutubku telah kembali
Meski tanpa cinta yang ku harapkan


KERAMAIAN

Dalam sepi aku berdiri menepi
Terpojok dengan kesallahan yang menurut mereka tak benar
Sabaaaar !!! hanya kalimat itu yang seing kali ku dengar

            Ku bosan dengan keadaan ini
            Tapi, kebosanan ini membuatku terus merasakannya
            Berulang kali ku coba lagi untuk menepi
            Hidup sendiri di tengah keramaian
            Aku tak bisa

Senyuman itu terlalu pahit kurasa
Kesedihan ini yang akan membuatku bahagia
Dalam sepi ku merasa
Kemana perginya keramaian itu ???
Mengapa kini mereka menjauhiku ???


DI ATAS AQIDAH

Aku hanya mencoba berdiri tegak
Diatas aqidahku
Memegangnya erat-erat
Hngga ku merasa aman
Dari tindak yang menyeleweng
Tapi mengapa ???
Mengapa ini justru
Membuatmu jauh ???


WANITA TEGAR

Dalam tangis, ia tertawa
Dalam duka, ia bahagia
Dalam gelap, ia bisikan terang
Meski dalam senyumnya tersimpan duka
Meski dalam sembuhnya tertutup luka
            Betapa hebatnya
            Berdiri tegar, meski harus menginjak serpihan kaca
            Hanya malam temani sepinya
            Merintih menangis, tiada yang tau
Wahai engkau wanita yang tegar
Ciptakan pagar untuk berlindung
Tiang untuk kau bersandar
Dan selimut hitam malam
Untuk kau meluapkan segala tangis hatimu


RUNTUH ISTANAKU

Hujan, runtuhkanlah istana cintaku
Yang aku bangun karenanya
Yang telah aku bangun di pasir putih itu
Hilangkanlah jejaknya sampai tak tersisa


TANDA BAHAGIA

Bukan berarti tanda bahagia
Jika terlihat tawa
Bukan pula tanda senang
Jika terlihat keriangan
Manusia mungkin bisa tertawa dalam dukanya
Manusia mungkin bisa berpura-pera untuk menutupi kesedihannya
Hanya Allah yang maha tahu akan segalanya


ADA

Ada yang penuh keceriaan
Ada pula yan larut dalam kesedihan
Ada yang tinggi dalam ego-nya
Ada pula yang bijak dalam permasalahannya
Ada yang penuh dengan amarahnya
Ada pula yang sabar menghadapinya
Ada yang brutal dalam tindaknya
Ada pula yang agamis dalam langkahnya
Ada yang banyak dalam omongnya
Ada yang sedikit dalam bicaranya
Ada yang gelisah dalam setiap masalahnya
Ada yang tenang dalam menghadapinya


TENTANG GARIS LURUS

Ini tentang garis lurus
Bumiku membentuk sebuah lingkaran
Tapi garisnya harus tetap lurus
Jalanku penuh dengan simpangan
Tapi garisnya harus tetap lurus
Arah langkahku terkadang berkelok
Tapi garisnya harus tetap lurus
Pikiranku terkadang bercabang
Tapi garisnya harus tetap lurus

Jangan pancarkan warna jinggamu di sudut malamku
Jangan biaskan asa dalam lelap tidurku
Jangan beri harapan saat mataku tertutup
Karna, Kau akan menjadi hitam saat siangku
Karna, Kau akan pergi saatku terbangun
Karna, Kau pasti takkan kembali
Saat perlahan ku buka mataku

Pelangi jinggaku, hilang entah kemana ???


RASANYA

Waktuku, di sore ini
Rasanya, aku tak mesti berlari untuk mengejarnya
Sebab aku tak patut untuk lakukan itu
Waktuku...
Rasanya, aku tak mesti bersembunyi menghindar
Sebab aku yakin kali ini aku tak salah
Waktuku...
Rasanya, tak mesti ku selalu usahakan untuk dia selalu bahagia
Sebab dia tak pernah usahakan untukku selalu bahagia
Waktuku...
Rasanya tak salah jika sesekali ku acuhkannya
Sebab dia pun selalu acuhkanku


SEBUAH IDE

Aku tak percaya sepenuhnya pada hal yang ku lihat
Karna yang ku lihat adalah hal yang tampak
Sedang yan tersembunyi adalah hal yang tak ku ketahui
Segala yang ku ketahui adalah palsu
Segala yang ku ketahui adalah bayangan putih dari yang kulihat
Dan segala yang ku ketahui tak seperti yan tersembunyi
Jika kamu lihat aku seperti itu, maka itulah aku yang kamu tau


0 komentar:

Posting Komentar